Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

​Dari Bengkel Kayu ke Perguruan Tinggi, Kisah Fransiskus Siku Sarjanakan Anak Bersama KSP Kopdit Pintu Air

"Anak saya ada empat. Yang sulung sudah sarjana Teknik Sipil, yang kedua juga sudah selesai dan bekerja. Yang ketiga bekerja di Kalimantan, dan yang bungsu saat ini sedang menempuh kuliah di Unipa. Semuanya ini hasil dari usaha mebel yang didukung Pintu Air," ungkap Fransiskus dengan nada bangga, Rabu, (25/2/2026).

Avatar photo
Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
IMG 20260225 213022
Fransiskus Siku, pengrajin kayu dan anggota KSP Kopdit Pintu Air yang berhasil sarjanakan anak berkat usaha dan bantuan modal Kopdit Pintu Air. | (Foto: Nivan Gomez).

NTT-Post.com, SIKKA – Di sebuah bengkel kayu sederhana di Dusun Tetunggawa, Desa Done, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, NTT, deru mesin serut kayu memecah keheningan pagi.

Di sanalah Fransiskus Siku, seorang pengrajin mebel yang telah merintis usahanya sejak tahun 1988, mengadu nasib.

IDUL FITRI PINTU AIR 20260318 123428 0000.jpg 11 PASKAH 2026 PINTU AIR.jpg

Perjalanan panjang dari menggunakan alat manual hingga kini beralih ke mesin modern menjadi saksi bisu perjuangannya menyekolahkan keempat buah hatinya.

Namun, Fransiskus mengaku lompatan besar usahanya tidak lepas dari dukungan KSP Kopdit Pintu Air Cabang Magepanda.

Bergabung sejak tahun 2023, Francis merasakan sentuhan nyata koperasi ini melalui program Jempola (Jemput Bola) yang menjadi motor penggerak usaha mebelnya.

Buah Manis Kerja Keras dan Dukungan Koperasi

Bagi Francis, mebel bukan sekadar tumpukan kayu, melainkan jembatan masa depan bagi anak-anaknya.

Screenshot 2026 02 25 21 33 16 064 com.miui .mediaviewer edit
Fransiskus Siku saat mendapat kunjungan dari pengelola Kopdit Pintu Air Cabang Magepanda. (Foto: Nivan Gomez).

Dari hasil pembuatan kusen, daun pintu, jendela, hingga lemari dan tempat tidur, ia berhasil mengantarkan anak-anaknya ke gerbang kesuksesan.

“Anak saya ada empat. Yang sulung sudah sarjana Teknik Sipil, yang kedua juga sudah selesai dan bekerja. Yang ketiga bekerja di Kalimantan, dan yang bungsu saat ini sedang menempuh kuliah di Unipa. Semuanya ini hasil dari usaha mebel yang didukung Pintu Air,” ungkap Fransiskus dengan nada bangga, Rabu, (25/2/2026).

Kemandirian ekonomi keluarga Fransiskus kian kokoh. Setelah pinjaman Jempola miliknya lunas, sang istri pun turut mengambil pinjaman umum untuk menambah modal usaha.

Sinergi suami-istri dan dukungan modal yang tepat membuat perputaran ekonomi keluarga mereka berjalan lancar.

Pelayanan yang Memanusiakan Anggota

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung