Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

​Dari Bengkel Kayu ke Perguruan Tinggi, Kisah Fransiskus Siku Sarjanakan Anak Bersama KSP Kopdit Pintu Air

"Anak saya ada empat. Yang sulung sudah sarjana Teknik Sipil, yang kedua juga sudah selesai dan bekerja. Yang ketiga bekerja di Kalimantan, dan yang bungsu saat ini sedang menempuh kuliah di Unipa. Semuanya ini hasil dari usaha mebel yang didukung Pintu Air," ungkap Fransiskus dengan nada bangga, Rabu, (25/2/2026).

Avatar photo
Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
IMG 20260225 213022
Fransiskus Siku, pengrajin kayu dan anggota KSP Kopdit Pintu Air yang berhasil sarjanakan anak berkat usaha dan bantuan modal Kopdit Pintu Air. | (Foto: Nivan Gomez).

Bukan hanya soal modal, Fransiskus sangat mengapresiasi aspek kekeluargaan yang ditonjolkan oleh staf KSP Kopdit Pintu Air.

Baginya, kenyamanan anggota adalah hal utama yang ia rasakan selama menjadi bagian dari koperasi ini.

IDUL FITRI PINTU AIR 20260318 123428 0000.jpg 11 PASKAH 2026 PINTU AIR.jpg

“Pinjaman tidak sulit dan sangat membantu anggota yang benar-benar ingin berusaha. Karyawan yang datang melayani selalu mengedepankan komunikasi yang santun tanpa tekanan,” jelasnya.

Meski merasa puas dengan sistem pelayanan yang ada, Fransiskus memiliki secercah harapan untuk kemajuan KSP Kopdit Pintu Air, khususnya di Cabang Magepanda.

Sebagai anggota yang rutin berkunjung ke kantor setiap bulan, ia memimpikan fasilitas yang lebih representatif.

“Pesannya, kalau bisa ke depan kantor cabang di Magepanda dibangun lebih besar lagi agar kami anggota lebih nyaman saat datang,” harapnya menutup pembicaraan.

Senada dengan pengakuan anggotanya, Manager KSP Kopdit Pintu Air Cabang Magepanda, Raymundus Raja, menegaskan bahwa koperasi ini memang berdiri untuk menjadi solusi bagi kesulitan anggota.

IMG 20260225 134242
Raymondus Raja, Menejer KSP Kopdit Pintu Air Cabang Magepanda. | (Foto: Nivan Gomez).

Raymond menjelaskan bahwa fokus utama saat ini adalah pendekatan langsung kepada anggota yang membutuhkan modal usaha, khususnya melalui program Jempola sebagai pintu masuk bagi calon anggota baru.

“Untuk saat ini kita memang pendekatan kita lebih fokus ke anggota-anggota yang memang membutuhkan modal untuk usaha-usaha produktif,” jelas Raymondus.

​Hingga saat ini, Cabang Magepanda mencatat performa keuangan yang solid per Desember 2025, dengan total aset Rp819.1 juta lebih, simpanan Non saham, Rp3,9 miliar lebih, simpanan saham Rp3,8 miliar lebih dan jumlah anggota 2207 orang.

​Terkait tantangan pinjaman macet, Raymond menekankan bahwa Pintu Air selalu mencari jalan keluar melalui diskusi dan motivasi, bukan tekanan.

“Koperasi ini milik anggota. Kalau ada kendala, jangan ragu datang ke kantor. Kami siap mendengar keluhan dan mencari solusi bersama agar anggota tetap bisa berusaha,” ajaknya.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung