Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Goresan Pena Myscha untuk Presiden: Makan Bergizi Gratis, dan Mimpi Sekolah Layak

"Saya minta pak Presiden perbaiki ruang kelas yang bocor agar kami tak perlu cemas saat hujan turun. Juga kami minta tas, buku, dan seragam yang layak bagi kami anak pelosok," tulisnya.  "Saya percaya, kalau guru sejahtera dan sekolah bagus, kami pasti jadi pintar Pak," tambahnya. 

Avatar photo
Reporter : Tim NTT-Post.com Editor: Redaksi
InShot 20260428 142622584
Klose foto: Myscha, siswi kelas 5 SDI Compang Ngeles, Manggarai Timur dan Surat untuk Presiden Prabowo. | (Foto: NTT-Post)

NTT-Post.com, MANGGARAI TIMUR – Di balik rimbunnya perbukitan Desa Rana Gapang, seorang bocah perempuan bernama Myscha duduk menekur di bangku kayunya yang mulai rapuh.

Siswi kelas 5 SDI Compang Ngeles ini tidak sedang mengerjakan PR matematika, melainkan sedang menumpahkan keresahan hatinya di atas secarik kertas.

IDUL FITRI PINTU AIR 20260318 123428 0000.jpg 11 PASKAH 2026 PINTU AIR.jpg

Dengan pena hitam dan tulisan tangan yang rapi, ia menyurati orang nomor satu di Republik ini, Presiden Prabowo Subianto.

Surat itu bukan sekadar rangkaian kata, melainkan potret kontras antara ambisi program nasional dengan realita pahit di beranda terdepan Indonesia.

Bagi Myscha dan kawan-kawannya di wilayah 3T, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kerap menghiasi layar televisi dan YouTube bak sebuah oase yang jauh.

Ada rasa cemburu saat melihat anak-anak di kota besar melahap menu sehat di nampan plastik yang bersih.

IMG 20260428 WA0005
Tulisan tangan Myscha untuk orang nomor satu di Republik ini, Presiden Prabowo Subianto. | (Foto: NTT-Post)

Namun, rasa cemburu itu seketika berubah menjadi getir karena berita-berita miring yang sampai ke telinganya.

“Saya jadi takut, Pak. Takut pusing dan sakit perut. Kalau suatu saat MBG masuk ke sekolah saya, saya tidak mau makan,” tulis Myscha dengan kejujuran.

Rasa trauma akan berita keracunan massal membuatnya bersikap kritis. Ia menawarkan solusi yang lahir dari kearifan lokal, dengan membiarkan orang tua yang mengelola.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung