“Kerena di Sikka aksesnya tidak begitu sulit maka pelayanan kepada seuluruh masyrakat harus maksimal termasuk para penungsi mandiri di pelosok-pelosok desa,” ujarnya.
Ia menegaskan warga tidak boleh dipaksa pindah ke pengungsian terpusat jika mereka memilih bertahan menjaga rumah. Sebagai gantinya, petugas Satgas yang harus aktif mendatangi mereka.
Suharyanto meminta Komandan Satgas menambah personel dari Kodim, Lanal, Danrem, Kapolres, dan relawan bila jumlah petugas dinilai kurang, lengkap dengan dukungan uang makan dan uang saku agar kerja di lapangan tetap maksimal.
“Jangan sampai nanti muncul pemberitaan bahwa ada warga yang belum mendapat makan sudah tiga hari. Itu artinya petugas belum menjangkau sampai ke sana,” ujar Suharyanto, seraya menegaskan hal itu bukan untuk menyalahkan wartawan, melainkan menjadi bahan evaluasi agar jangkauan bantuan diperluas.
Suharyanto turut mengingatkan pengalaman penanganan bencana Gunung Lewotobi sebagai pelajaran. Ia menutup arahannya dengan meminta jajaran Satgas bekerja lebih maksimal memenuhi kebutuhan dasar pengungsi, baik yang berada di lokasi terpusat maupun yang tersebar mandiri di sekitar wilayah terdampak.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












