Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

BPBD TTU Lakukan Kajian Cepat Pasca Deker di Oetalus Putus dan Menghambat Aktivitas Warga

BPBD TTU merespons cepat putusnya deker di Desa Oetalus akibat hujan lebat, berkoordinasi dengan PUPR untuk kaji cepat dan penanganan lanjutan.

Avatar photo
Reporter : Ramos Suni Editor: Ade Riberu
FotoJet 5
Kepala BPBD TTU, Octho Nule. (Foto: Ramos Suni / NTT-Post.com)

NTT-Post.com, KEFAMENANU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) merespon cepat laporan putusnya deker di Desa Oetalus. Putusnya akses penghubung dua dusun di wilayah itu disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir.

Kepala BPBD TTU, Octho Nule, mengatakan bahwa laporan tersebut telah diterima pihaknya melalui WhatsApp Group (WAG) Desa Siaga Bencana. Menindaklanjuti laporan itu, BPBD TTU kini sedang berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk melakukan kaji cepat di lokasi kejadian.

IDUL FITRI PINTU AIR 20260318 123428 0000.jpg 11 PASKAH 2026 PINTU AIR.jpg

“Memang kemarin tim BPBD seharusnya sudah turun ke lapangan, namun karena masih ada kesibukan lain, dalam waktu dekat kami akan turun melakukan kaji cepat. Kaji cepat ini bertujuan untuk memastikan apakah kejadian tersebut murni akibat faktor alam atau ada faktor lain,” jelas Octho Nule, Selasa, 27 Januari 2206.

Baca Juga: Deker Penghubung Dua Dusun di Oetalus-TTU Rusak Parah, Anak Sekolah dan Petani Sangat Terdampak

Ia menambahkan, hasil kaji cepat tersebut akan menjadi dasar untuk dilakukannya rapat koordinasi lintas sektor bersama instansi terkait, seperti Dinas PUPR, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP), Dinas Sosial, serta Dinas Lingkungan Hidup yang tergabung dalam Tim Posko BPBD.

Menurutnya, sebelumnya pada 8 Januari 2026, BPBD TTU telah melaksanakan rapat koordinasi guna membahas berbagai kejadian bencana yang terjadi di wilayah Kabupaten TTU.

FotoJet 3
Anak-anak sekolah di Desa Oetalus, Kecamatan Bikomi Selatan, TTU, melewati deker yang rusak akibat hujan ekstrem. (Foto: Ramos Suni / NTT-Post.com)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung