NTT-Post.com, KEFAMENANU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) merespon cepat laporan putusnya deker di Desa Oetalus. Putusnya akses penghubung dua dusun di wilayah itu disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala BPBD TTU, Octho Nule, mengatakan bahwa laporan tersebut telah diterima pihaknya melalui WhatsApp Group (WAG) Desa Siaga Bencana. Menindaklanjuti laporan itu, BPBD TTU kini sedang berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk melakukan kaji cepat di lokasi kejadian.
“Memang kemarin tim BPBD seharusnya sudah turun ke lapangan, namun karena masih ada kesibukan lain, dalam waktu dekat kami akan turun melakukan kaji cepat. Kaji cepat ini bertujuan untuk memastikan apakah kejadian tersebut murni akibat faktor alam atau ada faktor lain,” jelas Octho Nule, Selasa, 27 Januari 2206.
Baca Juga: Deker Penghubung Dua Dusun di Oetalus-TTU Rusak Parah, Anak Sekolah dan Petani Sangat Terdampak
Ia menambahkan, hasil kaji cepat tersebut akan menjadi dasar untuk dilakukannya rapat koordinasi lintas sektor bersama instansi terkait, seperti Dinas PUPR, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP), Dinas Sosial, serta Dinas Lingkungan Hidup yang tergabung dalam Tim Posko BPBD.
Menurutnya, sebelumnya pada 8 Januari 2026, BPBD TTU telah melaksanakan rapat koordinasi guna membahas berbagai kejadian bencana yang terjadi di wilayah Kabupaten TTU.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












