Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Deker Penghubung Dua Dusun di Oetalus-TTU Rusak Parah, Anak Sekolah dan Petani Sangat Terdampak

Deker penghubung Dusun I dan Dusun II di Desa Oetalus, Kecamatan Bikomi Selatan, TTU, rusak akibat hujan ekstrem. Kerusakan ini menghambat aktivitas anak sekolah dan petani, memaksa warga menempuh jalur alternatif sejauh 4 kilometer.

Avatar photo
Reporter : Ramos Suni Editor: Ade Riberu
FotoJet 3
Anak-anak sekolah di Desa Oetalus, Kecamatan Bikomi Selatan, TTU, melewati deker yang rusak akibat hujan ekstrem. (Foto: Ramos Suni / NTT-Post.com)

NTT-Post.com, KEFAMENANU – Deker penghubung antara Dusun I dan Dusun II di Desa Oetalus, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), putus seketika akibat kerusakan serius.

Kerusakan deker tersebut berdampak langsung pada aktivitas masyarakat, terutama para petani dan anak-anak sekolah. Akses utama yang selama ini digunakan untuk mobilitas warga kini tidak dapat dilalui dengan aman, khususnya saat hujan deras dan banjir.

IDUL FITRI PINTU AIR 20260318 123428 0000.jpg 11 PASKAH 2026 PINTU AIR.jpg

Sekretaris Desa Oetalus, Yohanes Poi, menjelaskan bahwa kerusakan deker disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Baca Juga: Perkuat Ekonomi Lokal, Gubernur Melki Laka Lena Resmikan NTT Mart di TTU

“Deker itu rusak disebabkan karena faktor hujan. Itu memang betul-betul mengganggu aktivitas anak-anak sekolah, maupun kami pemerintah desa,” ujarnya, saat diwawancarai pada Senin, 26 Januari 2026.

Yohanes mengungkapkan, deker tersebut telah digunakan selama kurang lebih sembilan tahun. Saat dibangun, sebagian besar konstruksi masih menggunakan material kayu, sehingga kondisinya kini tidak lagi mampu menahan beban dan terpaan air.

FotoJet 3 1
Sekretaris Desa Oetalus, Yohanes Poi. (Foto: Ramos Suni / NTT-Post.com)

“Deker itu sudah sembilan tahun lamanya. Waktu itu kita bangun juga sebagian besar menggunakan kayu, dan memang mungkin sudah waktunya untuk dia rusak,” katanya.

Saat ini, pemerintah desa bersama kepala desa masih melakukan koordinasi untuk mencari solusi terbaik agar akses penghubung antar dusun tersebut dapat segera dipulihkan.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung