NTT-Post.com, SIKKA – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sikka secara tegas menolak pembangunan vila dan galangan kapal oleh PT Atlas Samudera Perkasa di Desa Wair Terang, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka.
Penolakan tersebut disampaikan bertepatan dengan pelaksanaan kegiatan Sosialisasi Edukasi Usaha dan/atau Pembangunan Vila dan Galangan Kapal PT Atlas Samudera Perkasa di Aula Kantor Kepala Desa Wair Terang, Sabtu (13/6/2026).
Ketua GMNI Sikka, Iko Goban, menyatakan adanya kejanggalan besar lantaran proses pembangunan fisik vila sudah rampung 100 persen, namun pemerintah daerah dan pihak swasta baru melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
“Ada kejanggalan besar di balik pembangunan ini. Mengapa pembangunan vila sudah mencapai 100%, baru diadakan sosialisasi? Seharusnya sosialisasi dan edukasi dampak lingkungan dilakukan terlebih dahulu sebelum batu pertama diletakkan, dan itu pun harus melibatkan kesepakatan semua elemen masyarakat,” tegas Iko Goban.

GMNI Sikka menduga adanya kepentingan terselubung antara Pemerintah Kabupaten Sikka dengan PT Atlas Samudera Perkasa, mengingat pembiaran pembangunan tanpa amdal dan sosialisasi dini ini terkesan dipaksakan.
“Kami menduga Pemerintah Kabupaten Sikka punya kepentingan dengan PT Atlas Samudera Perkasa karena memperbolehkan pembangunan tanpa izin lingkungan,” ujar Iko Goban.
Iko menegaskan, wilayah Wair Terang merupakan zona sensitif terumbu karang dan rumah ikan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












