Kepala Seksi Pengawasan, Pembinaan, dan Penyuluhan Kantor Satpol PP dan Damkar Sikka menghimbau RT/RW, Lurah dan Camat untuk lebih proaktif melihat kondisi tersebut.
“Kami mohon para RT/RW, Lurah dan Camat harus kerja ekstra untuk mengamankan wilayah mereka. Kami juga berharap dua tempat ini dipasang penerangan yang memadai agar tindakan semacam ini bisa terpantau” ujarnya.
Sebelumnya 10 perempuan pekerja seks itu menjalani pemeriksaan darah dan urin di Puskesmas Beru.
Menurut Yosef Nong, hasil pemeriksaan laboratorium terhadap tujuh orang menunjukkan temuan yang mengkhawatirkan yakni satu orang pelajar SMA positif hamil, satu orang positif terinfeksi HIV dan lima diantaranya terinfeksi sifilis.
Menanggapi hasil tersebut, Satpol PP berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak dan Perempuan serta Badan Penanggulangan HIV/AIDS untuk mendapatkan pendampingan.
“Untuk pelajar SMA yang hamil, kami melakukan koordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak dan Perempuan untuk pendampingan dan akan kita kembalikan ke orang tua,” ujar Yosef Nong.
Sementara itu, bagi yang lain, dilakukan koordinasi untuk karantina kerena harus kembali menjalani pemeriksaan lanjutan di puskesmas pada tanggal 2 Desember.
“Kita juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan HIV/AIDS untuk memberikan pendampingan, penanganan, dan obat-obatan,” tutupnya.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












