Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Pengungsi Nangahale Kritik Pemda Sikka Fokus Penanganan Hanya di Kota, Usai Insiden Warga Digigit Ular dan Meninggal Dunia

Warga mempertanyakan mengapa perhatian pemerintah lebih terkonsentrasi di pusat kota, sementara desa-desa terdampak seperti Nangahale masih kekurangan tempat berteduh, alas tidur, keamanan lingkungan, hingga perlindungan bagi kelompok rentan.

Avatar photo
Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
InShot 20260820 222541894
Pengungsi Nangahale Kritik Pemda Sikka Fokus Penanganan Hanya di Kota, Usai Insiden Warga Digigit Ular dan Meninggal Dunia. | (Foto: Faidin)

Ia hanya tidur beralaskan terpal dan kain di lokasi terbuka, sehingga rentan terpapar udara dingin pada malam hari.

Kondisi tersebut memicu sesak napas dan batuk hingga akhirnya ia terjatuh di lokasi pengungsian.

Warga sempat membawanya ke Puskesmas Watubaing untuk mendapat pertolongan, namun nyawanya tidak tertolong.

Meski warga tidak menyimpulkan kematian Usman semata disebabkan kondisi pengungsian, mengingat riwayat penyakitnya, keterbatasan fasilitas di lokasi tetap dinilai sebagai persoalan serius yang perlu menjadi perhatian pemerintah.

“Kasihan. Setidaknya ada perhatian dari pemerintah agar warga merasa aman selama berada di pengungsian,” ungkap sumber tersebut.

Dua insiden tersebut memunculkan kritik terhadap pola distribusi bantuan Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka yang dinilai masih berfokus di wilayah perkotaan, khususnya di Lapangan Samador Maumere.

Warga mempertanyakan mengapa perhatian pemerintah lebih terkonsentrasi di pusat kota, sementara desa-desa terdampak seperti Nangahale masih kekurangan tempat berteduh, alas tidur, keamanan lingkungan, hingga perlindungan bagi kelompok rentan.

“Perhatian pemerintah hari ini terpusat lebih banyak di kota, di Lapangan Samador. Sementara pengungsi yang sangat merasakan dampak dan trauma akibat gempa serta tsunami 1992 justru ada di Desa Nangahale,” kata sumber tersebut.

Warga berharap Pemda Sikka tidak hanya mengukur keberhasilan penanganan bencana dari jumlah bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari aspek keselamatan, kesehatan, tempat tinggal sementara, dan perlindungan pengungsi selama berada di lokasi pengungsian.

Mereka juga meminta agar distribusi bantuan tidak hanya terpusat di kota, melainkan menjangkau desa-desa terdampak yang warganya masih bertahan dalam kondisi serba terbatas, termasuk penyediaan tenda layak, penerangan, sanitasi, fasilitas kesehatan, serta pengamanan lingkungan di setiap titik pengungsian.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung