Penanganan dampak gempa ini menjadi tantangan tersendiri karena beririsan dengan status tanggap darurat cuaca ekstrem dan banjir lahar yang masih berlaku hingga 30 April 2026.
Bupati menjelaskan bahwa seluruh langkah penanganan akan dilakukan secara terpadu agar kebutuhan logistik masyarakat terpenuhi secara optimal di tengah ancaman bencana yang ganda.
Menindaklanjuti instruksi Bupati, BPBD Flores Timur telah melakukan serangkaian aksi darurat di lokasi terdampak.
Posko dan Dapur umum mulai didirikan, di Kantor BPBD dan posko lapangan di Desa Terong, lengkap dengan pengoperasian dapur umum.
Adapun distribusi logistik atau Penyaluran bantuan berupa makanan siap saji, air bersih, selimut, dan tenda darurat untuk 1.100 jiwa lebih yang mengungsi secara mandiri terus dilakukan.
Tim teknis juga terus memvalidasi data kerusakan yang sementara mencatat 215 unit rumah rusakdi Adonara dan Solor, serta kerusakan pada fasilitas pendidikan (MAN 2 Waiwerang, SMA Muhammadiyah, SDN Terong) dan rumah ibadah.
Data terbaru menunjukkan 10 warga Desa Terong yang mengalami luka ringan telah mendapatkan perawatan medis.
Pemerintah daerah terus mengimbau warga untuk tetap waspada namun tenang, sembari menunggu proses verifikasi data kerusakan rumah untuk tahap pemulihan selanjutnya.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












