“Kami curiga mereka keracunan setelah makan ikan itu,” tegasnya.
“Jujur, kami sebagai orang tua lebih baik suru anak bawa makanan dari rumah dari pada makan gratis baru model begini,” tandanya.
Dia menambahkan akan melarang anaknya kembali mengonsumsi makanan gratis yang diberikan oleh pemerintah, demi menjaga kesehatan anakanya.
“Kalau anak lain mau makan silahkan, tapi saya punya anak saya tidak izin, ini demi anak punya kesehatan,” tuturnya.
Dia berharap pemerintah segera usut tuntas, kejadian tersebut sehingga tidak ada anak-anak yang menjadi korban selanjutnya.
Hingga kini, ratusan siswa telah mendapatkan perawatan dari dokter. Namun, anak-anak lain yang menunjukkan gejala serupa dan dirawat di rumah masing-masing dianjurkan untuk segera datang ke RSUD untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sejumlah siswa saat ini masih menjalani rawat inap di rumah sakit.
Penyebab pasti keracunan massal ini belum dapat dipastikan. Pihak RSUD Bajawa dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab atas penyediaan makanan MBG, belum bisa memberikan penjelasan resmi terkait insiden yang merenggut kesehatan ratusan anak ini.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












