NTT-Post.com, SIKKA – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sikka melontarkan kritik keras terhadap satu tahun kepemimpinan Bupati Sikka Juventus Prima Yosris Kago.
Dalam audiensi yang difasilitasi DPD GMNI NTT bersama Pemerintah Provinsi NTT pada Kamis (22/1/2026), GMNI menilai Kabupaten Sikka masih terjerat dalam berbagai persoalan krusial yang mengancam kesejahteraan masyarakat.
Ketua GMNI Cabang Sikka, Wilfridus Iko, menegaskan Sikka membutuhkan tindakan darurat dan koordinasi lintas sektoral yang lebih nyata, bukan sekadar janji politik.
Sorotan utama tertuju pada Bendungan Napun Gete. Meski telah diresmikan sejak Februari 2021 dengan anggaran fantastis mencapai Rp 880 miliar, investasi besar ini dinilai belum memberikan dampak signifikan bagi rakyat.
“Kurangnya infrastruktur pendukung dan lemahnya sistem kelembagaan membuat air waduk tidak bisa mengalir ke sawah-sawah warga. Ini jelas mengangkangi Pasal 33 ayat (3) UUD 1945. Sumber daya alam belum digunakan untuk kemakmuran rakyat Sikka,” tegas Wilfridus.
Di sektor kesehatan, GMNI Sikka menyoroti RSUD dr. TC Hillers Maumere yang merupakan rumah sakit rujukan utama di Pulau Flores sedang berada dalam kondisi kritis tenaga medis.
Minimnya dokter spesialis anestesi dan kandungan menyebabkan penanganan kasus darurat persalinan terhambat.
GMNI menekankan bahwa krisis ini adalah pelanggaran hak dasar masyarakat atas kesehatan sebagaimana diatur dalam UU No. 36 Tahun 2009.
“Tanpa tindakan cepat, angka kematian ibu dan bayi di Sikka terancam meningkat akibat sistem pelayanan yang lumpuh di tingkat spesialis,” jelasnya.
GMNI Sikka juga menyoroti ironi pahit yang dialami petani padi di Magepanda. Di saat mereka mampu memproduksi hingga 800 ton beras per musim, hasil keringat mereka justru ditolak oleh Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan alasan belum memenuhi kategori “premium”.
“Petani kita terpinggirkan di tanah sendiri. UU No. 18 Tahun 2012 mewajibkan perlindungan petani lokal, tapi kenyataannya beras lokal sulit masuk ke program pemerintah. Pendapatan mereka stagnan,” lanjut Wilfridus.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












