Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Setahun Kepemimpinan Bupati Sikka, GMNI Sebut Pembangunan Stagnan, Kesehatan dan Pertanian Terpuruk

Ketua GMNI Cabang Sikka, Wilfridus Iko, menegaskan Sikka membutuhkan tindakan darurat dan koordinasi lintas sektoral yang lebih nyata, bukan sekadar janji politik.

Avatar photo
Reporter : Redaksi Editor: Tim Redaksi
IMG 20260123 WA0006
Audiens GMNI Sikka bersama Pemerintah Provinsi NTT pada Kamis (22/1/2026). | (Foto: HO GMNI Sikka)

Selain masalah ekonomi dan kesehatan, GMNI juga menyoroti sengketa lahan masyarakat adat Suku Soge Natar Mage dan Suku Goban Runut dengan PT. Krisrama.

Selanjutnya perampasan ruang hidup di Desa Bu Utara, Kecamatan Tanawawo, akibat klaim kawasan hutan.

IDUL FITRI PINTU AIR 20260318 123428 0000.jpg 11 PASKAH 2026 PINTU AIR.jpg

“GMNI mendesak pemerintah untuk mengambil jalan tengah (win-win solution) yang melibatkan masyarakat adat sebagai subjek hukum, bukan sekadar penonton,” jelasnya.

Tiga Rekomendasi Konkret GMNI Sikka

GMNI Sikka tidak hanya melontarkan kritik, tetapi juga mengajukan langkah strategis kepada Pemerintah Provinsi NTT.

Sektor infrastruktur GMNI Sikka merekomendasikan pembentukan unit khusus pengelola Waduk Napun Gete untuk percepatan irigasi.

Selanjutnya sektor kesehatan, GMNI merekomendasikan penempatan darurat dokter spesialis anestesi/kandungan & program afirmasi tenaga medis.

“Di sektor pertanian kami merekomendasikan untuk standarisasi mutu beras Magepanda agar layak masuk dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujarnya.

Kritikan dan rekomendasi ini diterima langsung oleh jajaran Pemprov NTT, diwakilkan Asisten I Gubernur, Kesbangpol, dan Kepala Biro Pemerintahan dan akan segera ditindaklanjuti.

“Kami akan terus mengawal dan menyuarakan jeritan rakyat dari pelosok Sikka. Kemitraan dengan pemerintah hanya akan terjalin jika kebijakan yang diambil benar-benar pro-rakyat,” tutup Wilfridus Iko.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung