Sebelas desa yang disebutkan mengalami lonjakan status mencakup Desa Paga, Nita, Nelle Urung, Namangkewa, Geliting, Waiara, Wairkoja, Bola, Lepo Lima, Habi dan Langir.
NTT-Post.com, SIKKA – Pemerintah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, mencatat peningkatan Indeks Desa Membangun (IDM) yang signifikan pada tahun 2025.
Jumlah desa yang berstatus Desa Mandiri melonjak tajam menjadi 11 desa, setelah pada tahun 2023 hanya terdapat 3 desa dalam kategori mandiri dan tahun 2024 meningkat menjadi 10 desa dan tahun 2025 menjadi 11 Desa.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Sikka, Lambertus Sol Keytimu, mengatakan peningkatan status ini merupakan indikasi keberhasilan desa-desa dalam mengelola dan memanfaatkan dana desa setiap tahunnya.
“Ada keberhasilan penggunaan dana desa yang bisa kita lihat dalam IDM,” ujar Lambertus di Maumere.
Menurutnya, di IDM terukur jelas dari desa yang sangat tertinggal berkembang menjadi desa tertinggal, kemudian ke desa berkembang, maju, hingga mandiri.
Sebelas desa yang disebutkan mengalami lonjakan status mencakup Desa Paga, Nita, Nelle Urung, Namangkewa, Geliting, Waiara, Wairkoja, Bola, Lepo Lima, Habi dan Langir.
Desa-desa ini tersebar di beberapa kecamatan, di antaranya Paga, Nita, Nelle, Kewapante, Alok Timur, Bola, dan Kangae.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












