NTT-Post.com, SIKKA – Di balik kemarahan warga Desa Paga, Kecamatan Paga, atas lambatnya pencarian dua nelayan atas nama Noris dan Anwar yang hilang, terselip kisah pilu dari sebuah gubuk di pesisir pantai.
Renyansia Dole, ibunda dari Noris salah satu korban hilang hanya bisa terduduk lemas menunggu kabar putra tunggalnya.
Bagi Renyansia, Noris bukan sekadar anak, melainkan napas dan tulang punggung utama keluarga.
Noris, pria kelahiran 1995 ini, sejak kecil ia dibesarkan dengan susah payah oleh ibunya seorang diri.
Mereka ditinggal sang ayah di usia tiga tahun, Norislah yang berjuang sendirian menghidupi ibunya, seorang istri, dan anaknya yang kini baru berusia tiga tahun.
“Kami tinggal di rumahnya orang, Noris adalah tulang punggung keluarga kami, tapi sekarang dia sudah hilang di laut selama enam hari,” tuturnya.
Sambil mengusap air mata, Renyansia meminta Pemerintah Kabupaten sikka, melalui Bupati Juventus Prima Yoris Kago dan Wakil Simon Subandi agar mengirim armada yang lebih besar untuk membantu pencarian.
“Saya mohon, Bupati dan Wakil datangkan kapal yang lebih besar supaya saya punya anak bisa pulang sudah,” ucapnya lemas.
Janji Wakil Bupati Sikka Tanpa Solusi Nyata
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












