Meski minim fasilitas, capaian prestasi tetap menjadi prioritas pembinaan. Menurut Sandri, latihan tidak hanya menyasar kemampuan teknik bertanding, tapi juga penanaman disiplin, etika, dan sikap atlet.
Salah satu atlet, Maria Desya Cynthia Ryanto, siswi kelas 2 SMA yang menyumbang satu emas dan satu perak, mengaku harus membagi waktu antara sekolah dan latihan, termasuk di hari libur.
“Sebagai atlet, kami juga seorang siswa. Kami harus membagi waktu antara sekolah dan latihan. Bahkan saat libur, waktu kami gunakan untuk latihan agar bisa mendapatkan yang terbaik,” ujarnya.
Cynthia mengaku tak ingin cepat puas dan bertekad menembus kompetisi lebih tinggi. “Saya tidak pernah merasa puas dengan apa yang saya dapat karena kalau puas saya akan stuck dan tidak berkembang. Dari nasional, mudah-mudahan nanti bisa ke ASEAN Games,” katanya.
Prestasi serupa diukir Bartolomeus Gregorius Safio, siswa kelas 2 SMA Negeri 1 Maumere, yang meraih emas pertamanya sekaligus pengalaman perdana bertanding di Jakarta mewakili NTT.
“Ini perdana emas. Perdana juga ikut kejuaraan Jakarta mewakili NTT. Semoga, prestasi ini menjadi langkah untuk menjadi TNI Angkatan Darat,” kata Safio.
Pendamping rombongan, Siprianus Dairi, bersyukur atas dukungan berbagai pihak yang mereka terima selama berada di Tangerang Selatan dukungan yang justru datang dari luar daerah asal mereka sendiri.
“Harapannya, saudara-saudara kami ke depan bisa lebih membanggakan, khususnya untuk Indonesia, dan memiliki masa depan yang baik,” pungkasnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












