Menurutnya, transparansi adalah kunci agar anggota tetap memiliki rasa memiliki (sense of belonging) terhadap koperasi.
“Koperasi ini miliknya anggota, bukan pengelola. Dari, oleh, dan untuk kita semua. Kita berjuang bersama, lalu hasilnya kita panen bersama,” ungkapnya.
Ia juga menanggapi isu mengenai data anggota pasif. Jano mengimbau tim di lapangan sebagai ujung tombak untuk aktif melakukan pendataan dan pendekatan secara langsung agar anggota kembali mengambil peran.
Baginya, transparansi mengenai kondisi lembaga baik tantangan maupun keberhasilan adalah hak mutlak anggota.
“Anggota berhak tahu. Dengan tahu kondisi yang sebenarnya, mereka bisa menentukan sikap, apakah ingin terus berjuang bersama atau tidak,” tambahnya.
Apresiasi dari Anggota
Semangat transparansi dan integritas ini mendapat sambutan positif dari para anggota dan komite.
Yohanes Romet, komite dari Cabang Kewapante, menyampaikan apresiasinya atas ketegasan ketua pengurus.
“Terima kasih kepada bapak ketua. Penegasan dalam sambutan tadi kiranya menjadi perhatian penting bagi kami semua, pengurus dan manajemen di mana saja, agar Kopdit Pintu Air terus maju dan meningkatkan kualitas hidup anggota,” ucap Yohanes.
Acara Pra-RAT ini menjadi momentum bagi seluruh elemen Kopdit Pintu Air untuk memberikan masukan, saran, dan pemikiran kreatif demi kemajuan lembaga di masa depan.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












