Mengenai sikap akhir tim yang memilih untuk tidak lagi melanjutkan permainan secara normal, Pelatih BMP Flotim menegaskan hal itu dilakukan sebagai bentuk perlawanan moral terhadap kecurangan yang sistematis.
“Sikap kami tadi, kita tidak bisa. Lebih baik kita kalah daripada kita main lalu dicurangi,” ujar Pelatih BMP Flotim.
Dia menambahkan bahwa timnya memiliki prinsip integritas tinggi dan tidak pernah diajarkan untuk menerima praktik-praktik tidak jujur di atas lapangan hijau.
“Bagi kami, tim kami tidak bisa dibuat begitu, ketenangan kami tidak pernah mengajarkan anak-anak untuk tidak sportif. Buatm aujuapa main dan ujung-ujungnya tetap kita kalah. Tetap itu pasti kita kalah,” ujarnya.
Aksi protes juga dilupakan Menenet Tim. BMP Flores Timur, Vinsen Ledor yang menyebut sepak bola NTT tidak akan maju bila terus terjadi keputusan waait yang tidak adil.
“Ini turnamen mau jadi apa ini, masak begini terus? Mental model begini bagaimana sepak bola bisa berkembang?” tegas Vinsen.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












