Warga menyebutkan bahwa kejadian ini bukan merupakan hal baru. Masyarakat mulai merasa resah karena jalan tersebut merupakan akses utama bagi mobilitas ekonomi dan aktivitas sehari-hari.
Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada pihak legislatif belum membuahkan hasil.
Anggota DPRD Kabupaten Sikka dari Daerah Pemilihan (Dapil) III, Fransiskus Parera (Pang), yang wilayahnya mencakup Desa Darat Pantai, belum memberikan keterangan resmi meskipun pesan konfirmasi melalui WhatsApp telah terkirim dan terbaca (centang biru).
Fenomena ini diduga kuat dipicu oleh pasang tinggi air laut yang diperparah oleh kondisi geografis wilayah.
Warga mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka untuk segera mengambil langkah konkret, seperti pembangunan tanggul penahan rob atau penanganan pesisir yang lebih berkelanjutan.
Langkah ini dinilai mendesak guna mencegah kerusakan infrastruktur jalan yang lebih parah serta melindungi pemukiman warga dari dampak banjir rob susulan di masa mendatang.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












