NTT-Post.com, SIKKA — Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere menggelar aksi mimbar bebas di depan Gelora Samador, Maumere, Selasa (15/9/2026) sore.
Aksi ini digelar sebagai bentuk kontrol sosial terhadap penanganan pascabencana serta penegakan hukum di Kabupaten Sikka.
Dalam aksi yang mengusung tema “Kawal Bantuan Rakyat, Tuntut Keadilan: Transparansi Dana Gempa dan Usut Tuntas Penembakan Dokter Hewan Asal Sikka” tersebut, massa menuntut dua hal krusial kepada pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.
Desak Transparansi Anggaran dan Logistik Gempa
Korlap Aksi PMKRI Maumere, Alda Pedo, menegaskan bahwa berakhirnya masa tanggap darurat bencana gempa bumi bukan berarti pengawasan publik dihentikan.
PMKRI mendesak Pemkab Sikka secara terbuka membeberkan detail seluruh bantuan, baik berupa dana maupun logistik.
“Bantuan yang datang untuk rakyat terdampak bencana bukan milik kelompok atau segelintir pihak, melainkan amanah kemanusiaan. Kami tidak ingin masalah pengelolaan anggaran seperti masa penanganan COVID-19 lalu terulang kembali,” ujar Alda di sela-sela aksi.
Alda menekankan, publik berhak mengetahui secara rinci jumlah bantuan masuk, penyaluran yang telah dilakukan, sisa logistik yang ada, serta alokasi penerima manfaat berikutnya.
Ia memastikan mimbar bebas tersebut merupakan ruang aspirasi damai dan konstitusional untuk mengingatkan pemerintah atas tanggung jawab moralnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












