Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Jalan Rusak, Krisis Air Bersih, dan Ketimpangan Pembangunan di Sikka, PMKRI Gugat Slogan Maumere Baru

Bagi PMKRI, angka pertumbuhan ekonomi yang positif kehilangan makna jika sebagian masyarakat masih kesulitan mengakses air bersih, pendidikan, layanan kesehatan yang layak, serta infrastruktur dasar.

Avatar photo
Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
InShot 20261102 194434798
Klose Foto: Ketua Presidium PMKRI Cabang Maumere, Rito Naga dan Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago. | (Foto: dok istimewa)

NTT-Post.com, SIKKA — Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere secara tajam menyoroti kinerja Pemerintah Kabupaten Sikka dibawah pimpinan Bupati Juventus Prima Yoris Kago dan Wakil Bupati Simon Subandi Supriadi melalui kajian evaluasi kebijakan pembangunan daerah.

Dalam kajian bertajuk “Menggugat Kesenjangan antara Perencanaan, Pembangunan, Realisasi Anggaran dan Kebijakan Pemerintah Kabupaten Sikka dari Perspektif Keadilan Sosial”, PMKRI menilai masih terdapat jurang pemisah antara capaian administratif pemerintah dan kenyataan pahit yang dihadapi masyarakat di lapangan.

PMKRI Maumere menegaskan, evaluasi ini bukan bentuk serangan personal atau institusional, melainkan wujud tanggung jawab moral dan fungsi kontrol sosial terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Pembangunan dinilai tidak cukup hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi semata, melainkan dari sejauh mana kebijakan pemerintah menjawab kebutuhan paling dasar masyarakat.

Menurut PMKRI Maumere, berdasarkan data Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pemerintah Kabupaten Sikka Tahun 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,04 persen, melampaui target yang dipatok sebesar 3,95 persen.

Kendati demikian, sejumlah indikator kesejahteraan rakyat justru belum mencapai target yang ditetapkan.

Seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM): Berada di angka 70,65 dari target 71,10.

Rasio Gini: Tercatat 0,323 (lebih tinggi dari target 0,323 / kondisi ketimpangan melebihi proyeksi ideal).

Rata-rata Lama Sekolah: 9,39 tahun dari target 9,78 tahun. Indeks Ketahanan Pangan: Berada pada angka 61,8 dari target 77,72.

IMG 20261102 WA0018 e1793619744973
Ketua Presidium PMKRI Cabang Maumere, Rito Naga. | (Foto: HO PMKRI Maumere)

Bagi PMKRI, angka pertumbuhan ekonomi yang positif kehilangan makna jika sebagian masyarakat masih kesulitan mengakses air bersih, pendidikan, layanan kesehatan yang layak, serta infrastruktur dasar.

Potret Ketimpangan: Jalan Rusak Parah hingga Krisis Air Bersih

Persoalan infrastruktur jalan menjadi sorotan paling tajam dalam kajian ini. Tingkat kemantapan jalan di Kabupaten Sikka terus merosot: dari 63,66 persen (2023), turun menjadi 57,75 persen (2024), hingga anjlok ke angka 54,17 persen pada 2025.

Dari total panjang jalan 881,42 kilometer, tercatat 336,10 kilometer berada dalam kondisi rusak berat.

Dampak buruk infrastruktur ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan menyentuh dimensi kemanusiaan.

Kasus nyata terjadi di Desa Rejo, di mana warga harus bergotong royong menggotong jenazah sejauh kurang lebih 4 kilometer akibat buruknya akses jalan yang tidak bisa dilalui kendaraan.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung