Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

PMKRI Maumere Desak Transparansi Anggaran Pemulihan Pasca Gempa Sikka dan Buka Posko Pengaduan

Ketua Presidium PMKRI Maumere, Rito Naga, menekankan bahwa ukuran keberhasilan penanganan bencana bukan sekadar besarnya dana yang tersedia, melainkan pemenuhan kebutuhan nyata warga terdampak.

Avatar photo
Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
IMG 20260914 WA0014 e1789389003623
PMKRI Maumere Desak Transparansi Anggaran Pemulihan Pasca Gempa Sikka dan Buka Posko Pengaduan. | (Foto: HO PMKRI Maumere)

“Rincian program dan alokasi sisa dana itu harus disampaikan dengan jelas kepada masyarakat,” tutur Melki.

Selain anggaran, PMKRI juga mempertanyakan data rinci terkait sisa logistik bantuan baik dari pemerintah, TNI/Polri, BUMN/BUMD, swasta, maupun organisasi kemanusiaan agar seluruh alur distribusi dapat ditelusuri secara terbuka hingga ke penerima manfaat.

“Sisa logistik bantuan baik dari pemerintah, TNI/Polri, BUMN/BUMD, swasta, maupun organisasi kemanusiaan juga harus diperinci mulai dari pendistribusian hingga ke penerima manfaat,” tegasnya.

Sebagai bentuk pengawasan partisipatif, PMKRI Maumere resmi membuka posko pengaduan bagi warga terdampak.

Melki Bata menyebut, pengaduan ini diperuntukkan bagi masyarakat yang belum menerima bantuan atau sudah terdata namun belum mendapatkan haknya.

Juga untuk masyarakat yang berada di wilayah terdampak dan belum tersentuh bantuan serta memiliki informasi terkait kebutuhan mendesak yang belum ditangani.

“Seluruh laporan yang masuk akan diverifikasi sebelum diserahkan kepada pemerintah daerah. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada warga terdampak yang terlewat atau sekadar menjadi angka dalam data statistik,” pungkas Melki.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung