“Contoh konkretnya itu tegur sapa. Sekarang sudah mulai tidak ada, padahal hal-hal sederhana seperti itu merupakan bagian dari budaya yang harus kita pertahankan,” lanjutnya.
Peter menambahkan, sasaran utama kegiatan ini disengaja berfokus pada generasi muda karena posisi strategis mereka sebagai agen perubahan (agent of change).
Pemuda diharapkan tidak sekadar menjadi pendengar, tetapi mampu mengimplementasikan materi yang didapatkan ke dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui kemitraan antara Komisi X DPR RI dan Kementerian Kebudayaan ini, revitalisasi budaya dinilai menjadi krusial agar pesatnya perkembangan teknologi tidak mengikis identitas bangsa.
Para peserta diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam merawat, melestarikan, sekaligus memperkenalkan warisan budaya kepada generasi penerus agar tetap relevan melintasi zaman.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












