“Di tengah persaingan dan dinamika ekonomi, koperasi harus langsung memberi dampak positif sejak pelayanan pertama agar masyarakat merasa terbantu dan tidak berpaling,” ujarnya.
Romo Kristoforus juga mengingatkan pengurus dan anggota agar menjadikan kehadiran cabang ini sebagai sarana pemberdayaan ekonomi umat.
“Lembaga koperasi hendaknya tidak hanya berfokus pada perputaran uang, tetapi juga membawa nilai-nilai keadilan, keberpihakan pada kaum kecil, dan keberlanjutan hidup masyarakat setempat,” pesannya.
Romo Kristoforus Moti juga menghimbau pengelola koperasi untuk selalu memahami karakteristik masyarakat Wulandoni dan berkomunikasi dengan gaya bahasa yang dekat serta dapat diterima oleh semua kalangan.
“Tampilan dan pengelolaan manajemen koperasi harus dibuat transparan, rapi, dan mudah dipahami agar tidak menyulitkan anggota,” tuturnya.
“Peningkatan status menjadi cabang mandiri merupakan langkah awal untuk terus belajar, mengevaluasi kinerja, dan memperkuat kualitas pelayanan demi kesejahteraan bersama,” tambah Romo.
Usai misa syukur acara dilanjutkan dengan peresmian Cabang Wulandoni yang ditandai dengan gunting pita oleh Bupati Lembata didampingi Ketua KSP Kopdit Pintu Air.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












