Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Aksi Brutal Kelompok Pemuda di Mauloo, Mobil Kopdit Pintu Air Dihadang dan Diserang, Sopir Luka-Luka

"Pertama dia pakai pukul, saya tahan kena pergelangan tangan sampai bengkak. Yang kedua dia pakai tusuk, saya sempat baku tahan kayu itu, tapi muncul satu lagi pukul dari samping sampai pelipis saya pecah," ungkap Usman.

Avatar photo
Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
IMG 20260429 164200
Usman Nasir Marjan dan Maria Erminolda Deta, korban penyerangan kelompok pemuda di Mauloo. (Foto: Nivan Gomez)

Selain melukai sopir, kelompok pemuda itu juga merusak kendaraan dengan memukul kaca depan hingga retak, memecahkan kaca samping, serta memukul badan mobil hingga penyok di beberapa bagian.

Lanjut Usman, melihat situasi yang semakin terancam, ia memutuskan untuk memacu kendaraannya demi menyelamatkan para penumpang dan langsung menuju Wolowiro.

Setelah kejadian tersebut, pihak korban langsung melaporkan peristiwa ini ke Polsek Paga.

Pihak kepolisian bersama warga sempat turun ke lokasi kejadian pada malam itu, namun para pelaku melarikan diri ke arah hutan.

Menurut Usman, kelompok pemuda tersebut adalah warga Desa Mauloo. Dan kejadian semacam itu sudah terjadi berulangkali.

Selanjutnya, Usman didampingi pihak kantor secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana pengeroyokan ini ke Polres Sikka dengan nomor laporan LP/B/57/IV/2026/SPKT/POLRES SIKKA.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis awal, korban mengalami luka pada bagian rahang atas sebelah kanan.

Luka memar dan bengkak pada pergelangan tangan kanan, luka robek/pecah pada bagian pelipis.

Hingga berita ini diturunkan, dilaporkan sekitar empat orang terduga pelaku telah diamankan, sementara beberapa orang lainnya masih dalam pengejaran pihak kepolisian.

Informasi yang dihimpun, dari empat terduga pelaku yang diamankan, ada yang masih dibawah umur dan masih duduk di bangku sekolah.

Motif pengeroyokan masih dalam penyelidikan lebih lanjut, namun menurut korban, para pelaku tidak menunjukkan niat untuk merampas harta benda, melainkan murni aksi kekerasan terhadap kendaraan yang melintas.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung