Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Teka-Teki Kematian Siswa SMP di Desa Rubit Sikka Terungkap, Ayah dan Anak Diamankan Polisi

Penyelidikan polisi mengarah pada dua sosok yang sempat menghilang dari Desa Rubit pasca kejadian. Keduanya adalah SG (40) dan anaknya, FGR (16), yang merupakan warga Kampung Woloklereng, Desa Rubit.

Avatar photo
Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
IMG 20260226 WA0019
S.T.N, siswa SMP MBC Ohe yang ditemukan tak bernyawa di Kali Watuwogat, Desa Rubit, Kabupaten Sikka beberapa waktu lalu. | (HO Humas Polres Sikka)

NTT-Post.com, SIKKA – Misteri kematian tragis S.T.N, siswa SMP MBC Ohe yang ditemukan tak bernyawa di Kali Watuwogat, Desa Rubit, Kabupaten Sikka beberapa waktu lalu, mulai menemui titik terang.

Dilansir dari pemberitaan media Tajukntt.id, aparat Kepolisian Resor (Polres) Sikka bergerak cepat dengan mengamankan dua orang terduga pelaku yang merupakan bapak dan anak.

IDUL FITRI PINTU AIR 20260318 123428 0000.jpg 11 PASKAH 2026 PINTU AIR.jpg

Kronologi Penangkapan Terduga Pelaku

Penyelidikan polisi mengarah pada dua sosok yang sempat menghilang dari Desa Rubit pasca kejadian.

Keduanya adalah SG (40) dan anaknya, FGR (16), yang merupakan warga Kampung Woloklereng, Desa Rubit.

Pelarian keduanya berakhir di dua lokasi berbeda pada Selasa (24/2/2026), SG (Ayah) dibekuk Tim Buser Polres Sikka di wilayah Nebe sekitar pukul 09.00 WITA.

Selanjutnya FGR (Anak), diamankan di rumah keluarganya di Kampung Wolotopo, Kabupaten Ende, pada siang harinya. FGR diketahui merupakan kakak kelas korban di SMP MBC Ohe.

Kepala Desa Rubit, Polikarpus Heret, membenarkan penangkapan warganya tersebut. “Keduanya saat ini sudah dibawa ke Mapolres Sikka untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” ungkap Polikarpus saat ditemui di Polsek Kewapante, Rabu (25/2/2026).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung