Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Buka PKKMB S2 Manajemen, Rektor Unipa Tekankan Kepemimpinan Transformasional dan Integritas

"Bagi mereka yang telah bekerja dan memiliki pengalaman profesional, tantangan terbesar bukanlah mempelajari lebih banyak teori, melainkan menguji apakah cara berpikir dan praktik kerja yang selama ini dianggap benar masih relevan untuk menjawab persoalan hari ini," ujar Rektor di hadapan para mahasiswa baru.

Avatar photo
Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
IMG 20261029 164727
Buka PKKMB S2 Manajemen, Rektor Unipa Tekankan Kepemimpinan Transformasional dan Integritas. | (Foto: Nivan Gomez)

Kedua, mengukur kepemimpinan dari perubahan. Lanjut Rektor, jabatan dan kewenangan yang diemban mahasiswa baru di dunia kerja tidak otomatis menjadikan seseorang pemimpin yang baik.

“Di Universitas Nusa Nipa, mahasiswa dibentuk untuk menjadi pemimpin transformasional yang diukur dari dampak perubahan positif yang dihasilkan,” kata Dr. Geri Gobang.

Ketiga, menjadikan integritas sebagai batas utama. Rektor Unipa menegaskan, di dunia manajemen dan dunia kerja, tidak semua hal yang menguntungkan itu benar, dan tidak semua yang efisien itu adil.

“Kompetensi menentukan seberapa banyak yang dapat dikerjakan, sedangkan integritas menentukan kelayakan untuk dipercaya,” jelasnya.

Rektor juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada badan penyelenggara Yayasan Pendidikan Tinggi Unipa yang telah memfasilitasi seluruh proses hingga hadirnya Program Studi Magister Manajemen ini.

Sementara Ketua Yayasan Universitas Nusa Nipa, Drs. Sabinus Nabu dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas antusiasme mahasiswa baru yang dinilai sebagai sosok cerdas, tangguh, dan memiliki optimisme tinggi dalam melanjutkan pendidikan di jenjang strata 2 (magister).

“Kehadiran para mahasiswa di tengah kesibukan profesional menandai sebuah langkah awal (starting point) baru untuk memperdalam keahlian analitis, berpikir kritis, serta memecahkan masalah yang kompleks,” tutur Drs. Sabinus.

​Ketua Yayasan Unipa mengingatkan bahwa setiap mahasiswa perlu memiliki personal mastery serta menetapkan visi pribadi yang jelas dengan target kuantitatif maupun kualitatif.

​Menurut Drs.Sabunus Nabu, Pendidikan jenjang magister ini dirancang untuk memberikan nilai tambah strategis, baik untuk menaikkan posisi tawar maupun daya saing lulusan.

“Kita telah memasuki usia 21 tahun, di mana ke depannya Unipa terus berkomitmen memperluas akses pendidikan pascasarjana melalui pembukaan program studi magister lainnya secara terukur untuk pengembangan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung