“Lulusan juga harus siap melepas cara lama yang usang dan mempelajari keahlian baru dan meningkatkan kemampuan berkolaborasi dan bekerja sama lintas disiplin,” pesan Drs. Sabinus.
“Gelar sarjana adalah pembuka pintu. Namun, ketahanan mental, karakter, dan kelincahan belajar kalianlah yang akan menentukan seberapa jauh kalian dapat melangkah,” tambahnya.
Ia berharap para lulusan Unipa tidak hanya berfokus mencari kerja tetapi juga berani mengambil risiko untuk menjadi pencipta lapangan kerja bagi masyarakat di Bumi Nian Tana Sikka, Nusa Tenggara Timur, maupun Indonesia secara umum.
Lebih lanjut, Drs. Sabinus Nabu menegaskan bahwa Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa berkomitmen terus meningkatkan sarana dan prasarana, riset dosen, serta integrasi teknologi digital untuk memastikan Unipa tetap menjadi pusat keunggulan akademik di kawasan timur Indonesia.
Mengutip pepatah Latin “Non scholae sed vitae discimus” (kita belajar bukan untuk sekolah melainkan untuk hidup), Sabinus mengakhiri sambutannya dengan mengajak para sarjana baru untuk tetap rendah hati, adaptif, dan berani menghadapi tantangan masa depan.
“Tak ada yang tak bisa diubah sebelum dihadapi, motivasi saja tidak cukup. Jadilah pembawa perubahan dan jaga selalu nama baik almamater Universitas Nusa Nipa,” pungkasnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












