Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Air Bersih Resmi Tiba di Dusun Rotat, Warga Terima dengan Ritual Adat dan Ibadat Sabda

"Ini merupakan semangat masyarakat yang bangkit dari keterpurukan kegagalan proyek IKK Nita dan berhasil mendapatkan air bersih melalui swadaya," ujar Romo dalam khotbahnya. 

Avatar photo
Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
InShot 20260722 182410875
Air Bersih Resmi Tiba di Dusun Rotat, Warga Terima dengan Ritual Adat dan Ibadat Sabda. | (Foto: Nivan Gomez)

“Ini merupakan semangat masyarakat yang bangkit dari keterpurukan kegagalan proyek IKK Nita dan berhasil mendapatkan air bersih melalui swadaya,” ujar Romo dalam khotbahnya.

Romo Marsel juga mengaku terpukau saat pertama kali mengunjungi kebun milik Suitbertus Amandus di Nilo yang menjadi sumber kehidupan baru bagi warga Rotat.

IMG 20260722 104202
Dalam khotbahnya, Rd. Marsel Wera memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas semangat warga yang berhasil bangkit dari kekecewaan akibat kegagalan proyek air bersih pemerintah (IKK Nita) menuju aksi nyata lewat jalur swadaya. | (Foto: Nivan Gomez)

“Saya baru pertama masuk ke kebun itu dan merasa heran sekaligus kagum. Kebun itu tertata indah seperti di biara-biara, seperti Biara Fransiskus atau Karmel, di mana mereka sangat mencintai lingkungan dan pantang merusak alam. Ini membuka mata kita, kebun yang dulunya kering kerontang, ketika disentuh dengan tangan dingin Bapak Amandus, dijaga dan ditanami dengan sungguh-sungguh, akhirnya memunculkan mata air,” puji Romo Marsel.

Ia menegaskan bahwa peristiwa hari ini adalah bukti nyata bagaimana Tuhan bekerja melalui tangan manusia untuk kebaikan bersama.

“Tuhan bekerja melalui Bapak Amandus dan keluarganya untuk kebaikan orang banyak. Pengaliran air ini adalah tanda cinta Tuhan dan bukti besar dari tali persaudaraan kita semua. Air ini harus menjaga kehidupan dan digunakan dengan baik oleh seluruh masyarakat di Rotat,” lanjut Romo Marsel.

Sementara, Editha Dua Lodan, Warga Dusun Ladogahar mengatakan, kedatangan air bersih ini langsung menghapus beban finansial warga Rotat yang selama ini harus merogoh kocek Rp150.000 hingga Rp400.000 per bulan hanya untuk membeli air tangki.

Terlebih lagi, air ini diberikan oleh Suitbertus Amandus secara cuma-cuma dan ikhlas untuk seumur hidup.

“Kami tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih mendalam kepada Suitbertus Amandus, Yakobus Jano, serta legislator Yuslin Nursivin Dua Botha (Ibu Irvin) yang terus mendampingi perjuangan kami hingga air benar-benar mengalir di permukiman,” tuturnya.

Lanjutnya, kini Dusun Rotat telahmengukir sejarah baru dan membuktikan bahwa kekuatan gotong royong dan kepedulian sesama mampu mengalahkan bayang-bayang kegagalan proyek masa lalu, sekaligus membawa kemerdekaan air bersih yang sesungguhnya bagi masyarakat.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung