Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Cegah Kecelakaan, Jalan Nyaris Lumpuh di Ruas Kewapante-Ohe dipasang Garis Polisi

“Hari ini, saya bersama aparat pemerintah Desa Munerane, Kapolsek Kewapante, dan anggota turun langsung ke lokasi jalan rusak untuk memasang garis polisi,” ujar Anselmus, Rabu (20/5/2026).

Avatar photo
Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
IMG 20260520 WA0020 e1779260790597
Pemerintah Kecamatan Hewokloang bersama aparat kepolisian sektor (Polsek) Kewapante langsung turun ke lokasi untuk memasang garis polisi di ruas jalan Kewapante-Ohe yang nyaris putus. | (Foto: Dok istimewa)

Anselmus membeberkan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat resmi kepada instansi-instansi terkait di tingkat kabupaten sehari sebelum pemasangan garis polisi dilakukan.

“Kemarin (Selasa, 19 Mei 2026), saya bersama aparat pemerintah Desa Munerane turun langsung melihat kondisi jalan rusak tersebut. Setelah itu, kami langsung buat surat kirim ke Dinas PUPR, BPBD, dan DPRD,” tambahnya.

Melalui surat tersebut, pihak kecamatan berharap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka dapat segera berkolaborasi untuk mengalokasikan anggaran kedaruratan guna perbaikan permanen penahan tebing yang longsor.

Mengingat perbaikan permanen masih harus menunggu respons dari kabupaten, Camat Hewokloang mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat dan pelintas jalan agar mengutamakan keselamatan saat melewati titik longsor di Dusun Botan tersebut.

“Kami mengimbau pengguna jalan yang melintas di ruas jalan rusak tersebut agar selalu waspada dan berhati-hati, apalagi pada musim hujan,” tutup Anselmus.

Kondisi jalan yang basah saat hujan deras dikhawatirkan dapat memicu pengikisan tanah susulan (longsor lanjutan), sehingga kewaspadaan penuh sangat diperlukan dari para pengendara yang terpaksa harus tetap melintasi jalur nadi pariwisata dan ekonomi tersebut.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung