Menurut pedagang yang tak ingin disebutkan namanya tersebut, pembiaran ini sudah berlangsung selama beberapa hari tanpa ada tindakan pengangkutan yang maksimal dari pihak terkait.
“Sampah ini sudah dibiarkan berhari-hari. Baunya sangat menyengat dan mengganggu aktivitas kami di sini, baik kami yang jualan di sekitar maupun tukang ojek. Kalau hujan turun, air lindi dari sampah ini mengalir ke jalan dan baunya makin menjadi-jadi,” ujarnya dengan nada kecewa.
Ia menambahkan, sebelumnya terdapat satu tong sampah yang disediakan pemerintah, namun setelah diangkut sejak beberapa minggu lalu, tong sampah tersebut belum dikembalikan ke tempatnya.
“Jadi sebenarnya ada tong sampah disitu. Cuma mereka sudah angkut, tapi sampai sekarang belum datang antar lagi,” jelasnya.
Pedagang tersebut berharap Pemerintah Kabupaten Sikka, melalui dinas terkait, segera mengambil langkah cepat untuk mengangkut sampah tersebut dan mencari solusi permanen agar penumpukan serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.
“Pengawasan terhadap titik pembuangan sampah liar di area pasar juga perlu diperketat demi menjaga wajah Kota Maumere yang bersih dan sehat,” tutupnya.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












