Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Fasilitas SDN Wolomoni Ende Diduga Dirusak Untuk Proyek KDKMP, FP-NTT: Jangan Korbankan Sekolah

"Kami selalu mendukung berbagai program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, dukungan tersebut tidak berarti membenarkan tindakan yang merugikan masyarakat, terlebih jika menyangkut fasilitas pendidikan yang digunakan anak-anak untuk belajar," tegas Paskalis dalam keterangan tertulisnya.

Avatar photo
Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
IMG 20260606 172152 1 800x424 1
Sebuah ekskavator menggusur untuk membuka lahan yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di lingkungan SD Negeri Wolomoni, Desa Niowula, Kecamatan Detusoko, pada Jumat (5/6/2026). | (Foto: Dok istimewa)

Menurut Paskalis, persoalan ini bukan sekadar masalah pembangunan fisik semata, melainkan tentang bagaimana sebuah program pemerintah dijalankan dengan tetap menghormati hak masyarakat serta menjunjung tinggi prinsip tata kelola yang baik (good governance).

Ia menilai, transparansi, keterbukaan informasi, dan keterlibatan masyarakat sejak tahap perencanaan adalah syarat mutlak agar program dapat berjalan kondusif.

“Apapun program pemerintah, kami mendukung. Tetapi prosesnya harus dilakukan dengan cara yang baik dan sesuai aturan. Pembangunan partisipatif merupakan proses yang melibatkan masyarakat secara aktif dari perencanaan hingga evaluasi,” ujarnya.

Paskalis juga mengingatkan agar pihak terkait tidak menggunakan pendekatan represif dalam menyelesaikan polemik ini.

Pemerintah, aparat, dan masyarakat didesak untuk duduk bersama dan mengedepankan dialog sebagai jalan keluar utama.

Menyikapi konflik yang sedang bergulir, FP-NTT Nasional menyampaikan dua tuntutan yakni mendesak pemerintah daerah (Pemda) Ende bersama pihak terkait segera memberikan klarifikasi terbuka guna menghindari spekulasi liar dan memulihkan kepercayaan publik.

FP-NTT juga meminta agar fasilitas sekolah yang terdampak segera diperbaiki agar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) siswa dapat kembali berjalan normal tanpa hambatan.

“Pendidikan adalah investasi masa depan bangsa. Karena itu, fasilitas sekolah harus dijaga dan dilindungi demi kepentingan anak-anak sebagai generasi penerus,” pungkas Paskalis.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung