Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Ibu Kandung Noni, Korban Pembunuhan Tragis di Sikka Surati Presiden Prabowo: Cari Keadilan 

"Saya sebagai mama korban sangat berjuang untuk mendapatkan keadilan hukum bagi putri saya karena saya merasa terlalu banyak kejanggalan yang terjadi dalam kasus anak saya," tulis ibu kandung Noni dalam suratnya.

Avatar photo
Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
InShot 20260707 210145378
Ibu Kandung Noni, Korban Pembunuhan Tragis di Sikka Surati Presiden Prabowo: Cari Keadilan. | (Foto: Dok istimewa)

“Apakah saya miskin atau saya bodoh atau hukum hanya berlaku bagi pelaku kejam?” tanya Maria dengan nada putus asa dalam suratnya.

Di akhir surat, ia memohon kepada Presiden Prabowo untuk turun tangan memberikan bantuan teknis berupa alat pendeteksi kebohongan (lie detector) serta alat pelacak posisi HP guna membuka tabir gelap pergerakan para pelaku beserta keluarganya saat peristiwa pembunuhan terjadi.

Kilas Balik Kasus Pembunuhan Tragis Noni di Sikka

Kasus yang menimpa Stefania Trisanti Noni (Noni) sempat mengguncang publik Kabupaten Sikka pada awal tahun 2026.

Noni, yang merupakan siswi kelas 8 Sekolah Menengah Pertama (SMP), dilaporkan hilang oleh keluarganya setelah pamit dari rumah di Dusun Romanduru untuk mengambil sebuah gitar yang dipinjam temannya.

Nahas, beberapa hari kemudian, jasad remaja malang tersebut ditemukan dalam kondisi mengenaskan diduga kuat merupakan korban kekerasan seksual dan penganiayaan berat terkubur dan ditutupi daun talas di dekat aliran Kali Watuwogat.

Pihak Kepolisian Resor (Polres) Sikka awalnya mengamankan seorang pelaku utama anak berinisial FRG.

Namun, berkat desakan masif dari keluarga, masyarakat, serta berbagai organisasi mahasiswa setempat yang mencium adanya dugaan pembunuhan berencana, aparat kepolisian akhirnya melakukan pengembangan penyelidikan.

Polisi kemudian menetapkan dua tersangka baru yang ikut terlibat, yang diidentifikasi oleh pihak keluarga dalam suratnya sebagai Rovin, Saverius Gewar, dan Finsensius Sawe.

Saat ini, kasus tersebut tengah bergulir di meja hijau Pengadilan Negeri Maumere. Pihak keluarga berharap, surat terbuka yang dilayangkan kepada Presiden Prabowo Subianto ini mampu menarik perhatian pemerintah pusat demi terciptanya penegakan hukum yang transparan, adil, dan tanpa pandang bulu di Niang Tanah Sikka.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung