Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Mahasiswa KKNT GENTASKIN Batch II dan Pemdes Bilal Gelar Penyuluhan Stunting hingga Layanan Posyandu Lansia

Pendekatan promotif, preventif, dan kolaboratif menjadi motor utama gerakan ini guna mendukung percepatan penurunan angka stunting di wilayah tersebut.

Avatar photo
Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
IMG 20260719 WA0002
Mahasiswa KKNT GENTASKIN Batch II dan Pemdes Bilal Gelar Penyuluhan Stunting hingga Layanan Posyandu Lansia. | (Foto: HO Iko Goban)

Menurutnya, kolaborasi ini merupakan wujud sinergi yang sangat baik antara kader kesehatan dan mahasiswa KKNT demi menyukseskan program kesehatan di desa mereka.

“Kami sangat berterimakasih kepada para mahasiswa yang bersama kami untuk menyukseskan program kesehatan di desa ini,” tuturnya.

Rukia Kasim juga mengajak seluruh masyarakat untuk saling bergotong royong meningkatkan kesadaran gizi, memantau tumbuh kembang anak, dan menerapkan pola hidup sehat.

Sementara itu, Kepala Desa Bilal, Taher Mahmud, menegaskan komitmen penuh dari pemerintah desa.

Sehari sebelumnya, dalam Musyawarah Rembug Pencegahan Stunting yang digelar Jumat (17/7/2026), Pemdes Bilal menyatakan siap mendukung keberlanjutan program ini melalui alokasi Dana Desa sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami pemerintah Desa sangat mendukung kegiatan ini, dan kami akan alokasikan dana untuk keberlangsungan kegiatan,” tutur Kades.

Mewakili rekan-rekan mahasiswa, Iko Goban, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Desa Bilal, tenaga kesehatan, kader Posyandu, serta seluruh masyarakat yang telah memberikan sambutan hangat dan partisipasi aktif.

“Apresiasi ini tidak berhenti pada ungkapan saja. Kami berkomitmen untuk mengimplementasikannya melalui kerja akademik yang serius dan kontribusi nyata di lapangan,” jelas Iko.

Seluruh program yang dijalankan berbasis keilmuan, kebutuhan lokal, serta sinergi antara kampus dan LLDIKTI dalam rangka akselerasi penanggulangan kemiskinan dan stunting.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat solidaritas kolektif dan menumbuhkan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi pembangunan desa.

“Mari kita wujudkan bersama Desa Bilal yang sehat, kuat, dan berdaya melalui semangat gotong royong,” tutupnya.

Melalui kerja sama dari seluruh pemangku kepentingan (stakeholders), upaya pencegahan stunting di Desa Bilal diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan demi meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di masa depan.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung