Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Penutupan Pasar PNPM, Ansar Rera: “Tidak Boleh Ditutup. Pemerintah Kaji Ulang Keputusan”

Avatar photo
Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
IMG 20251211 121412
Mantan Bupati Sikka periode 2013-2018, Yoseph Ansar Rera saat ditemui di kediamannya, Kamis, 11 Desember 2025. | (Foto: Nivan Gomez)

Mantan Bupati tersebut menyarankan agar pemerintah Kabupaten Sikka saat ini memisahkan persoalan hukum CV. Bengkunis dengan hajat hidup rakyat di Pasar PNPM.

“Harapan saya, mereka ini kan orang pintar-pintar semua. Seharusnya bisa mulai mendiskusikan kembali, lalu melihat kepada kepentingan masyarakat umum,” ujarnya.

Menurutnya, jika pemerintah ingin menutup pasar yang dikelola CV. Bengkunis, fokus harus tertuju pada entitas CV. tersebut.

“Dorongan mau tutup itu, tutupnya yang dia CV itu. Kalau perlu pagar, kasih batas di jalan untuk CV-nya, kan bisa dilakukan. Tapi PNPM itu kan untuk rakyat yang paling bawah. Untuk anak sekolah, untuk beli beras, untuk menopang kehidupan mereka setiap hari,” jelasnya.

IMG 20251203 WA0004
Satgas penertiban Pasar Wuring, saat berdialog dengan pedagang. | (Foto: HO)

Pemerintah Gagal Berikan Solusi Tempat

Persoalan utama yang menjadi pemicu protes masyarakat adalah ketiadaan tempat alternatif yang layak. Ansar Rera menekankan penutupan tanpa solusi tempat yang memadai akan menciptakan masalah baru.

“Intinya, kalau mereka mau tutup ya siapkan dulu tempatnya. Dan tempatnya itu harus cocok,” kritiknya.

Ia meminta pemerintah daerah untuk segera melakukan diskusi kembali dengan pengambil kebijakan demi menemukan solusi yang terbaik.

Kegagalan mengatur pemindahan atau penataan kembali pasar ini dikhawatirkan akan memicu konflik sosial yang lebih besar.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung