Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

RSUD Kefamenanu Catat Gangguan Pencernaan dan Gula Darah Dominasi Pasien di Kemarau 2026

Sebagai gantinya, gangguan pencernaan non-diare menjadi keluhan yang paling dominan pada pasien rawat jalan. Sementara itu, untuk pasien rawat inap, kasus gangguan gula darah (diabetes) cukup banyak mendominasi ruang perawatan.

Avatar photo
Reporter : Ramos Suni Editor: Redaksi
IMG 20260813 WA0007
RSUD Kefamenanu Catat Gangguan Pencernaan dan Gula Darah Dominasi Pasien di Kemarau 2026. | (Foto: Ramos Suni)

Meski demikian, dr. Adrianus mengingatkan masyarakat agar tidak lengah. Pasalnya, musim kemarau berpotensi menurunkan debit air, sehingga ketersediaan air bersih tetap harus menjadi perhatian bersama guna mencegah timbulnya kembali wabah penyakit.

“Kami berharap, karena musim panas debit air pasti berkurang, masyarakat selalu menyediakan air bersih agar kejadian atau wabah tahun-tahun sebelumnya tidak terulang,” tegasnya.

Gangguan Gula Darah Dominasi Pasien Rawat Inap

Di sisi lain, untuk pasien yang menjalani rawat inap, dr. Adrianus mengungkapkan bahwa kasus gangguan gula darah menjadi salah satu kondisi yang paling banyak mendapat penanganan medis.

Banyaknya pasien yang terdeteksi mengalami masalah gula darah ini, menurutnya, juga menandakan semakin tingginya kesadaran warga untuk memeriksakan kesehatan secara rutin ke fasilitas medis.

“Saat ini untuk pasien rawat inap kebanyakan pasien gula darah. Inilah bentuk kesadaran masyarakat untuk memeriksa diri, sehingga kita bisa tahu dan menemukan penyakit itu lebih awal untuk segera ditangani,” ungkapnya.

Menanggapi fenomena tersebut, pihak RSUD Kefamenanu mengimbau masyarakat untuk lebih menjaga pola hidup dan pola makan sehari-hari.

“Secara umum, jaga pola hidup dengan istirahat yang cukup, makan teratur, dan kalau bisa hindari konsumsi minuman keras (miras). Konsumsi miras berpotensi memunculkan penyakit lain yang lebih berat, seperti gangguan ginjal hingga jantung,” pungkas dr. Adrianus.

RSUD Kefamenanu berharap tren kesadaran masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat serta melakukan deteksi dini kesehatan dapat terus dipertahankan, terutama dalam menghadapi dinamika cuaca selama musim kemarau.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung