NTT-Post.com, SIKKA – Pimpinan Tim Relawan untuk Kemanusiaan Flores (TRUK-F), Suster Ika, mendesak Pemerintah Daerah untuk memperketat pengawasan terhadap tempat-tempat usaha menyusul adanya dugaan kasus eksploitasi pekerja yang kembali mencuat.
Hal ini disampaikan Suster Ika saat mendampingi proses pemeriksaan 11 LC yang dijemput Satuan Reskrim Polres Sikka, dengan dugaan jeratan utang dan praktik eksploitasi, di salah satu tempat hiburan malam di Kota Maumere, Jumat, (24/1/2026).
Suster Ika menekankan bahwa tanggung jawab pengawasan tempat usaha, seperti pub dan tempat hiburan lainnya, berada di tangan pemerintah.
Ia juga menyoroti bahwa kasus ini merupakan pengulangan dari tahun 2021 hingga kembali terjadi di tahun 2026 pada lokasi yang sama.
Ia menilai fungsi pengawasan pemerintah terhadap usaha semacam ini sangat tidak maksimal.
”Kami minta pemerintah proaktif karena ini warga kita. Mereka harus kerja dengan benar supaya masalah ini jangan ada terus. Kami (TRUK-F) bukan pemadam kebakaran yang baru dipanggil saat ada kasus,” tegas Suster Ika.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












