Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Solidaritas Perantau Asal Desa Kolisia B Sumbang Rp8 Juta untuk Pembangunan Gereja

“Ide ini muncul semata-mata karena rasa peduli kami terhadap kampung halaman, terutama untuk mendukung pembangunan Gereja St. Theodorus. Kami ingin berkontribusi, sekecil apa pun, agar fasilitas ibadah di desa kami bisa segera selesai dan dimanfaatkan dengan baik,” ujar Jefri dalam momentum penyerahan tersebut.

Avatar photo
Reporter : Varlo da Costa Editor: Redaksi
IMG 20260621 151328
Penyerahan dana dilakukan secara langsung kepada pengurus gereja dalam suasana yang penuh dengan kehangatan dan kekeluargaan. Agenda tersebut turut disaksikan oleh tokoh masyarakat, perwakilan umat, serta warga sekitar. | (Foto: Dok Istimewa)

“Saya ucapkan terima kasih yang tulus kepada semua teman-teman di tanah perantauan yang sudah mendukung gerakan ini. Harapan saya, wadah solidaritas ini bisa terus berlanjut dan menjadi kebiasaan baik kami semua,” tambahnya optimis.

Melihat dampak positif yang dihasilkan, Jefri secara terbuka mengajak seluruh warga asal Desa Kolisia B yang berada di berbagai wilayah perantauan lainnya untuk ikut ambil bagian.

Ia menegaskan bahwa partisipasi dalam gerakan ini mengedepankan prinsip keikhlasan tanpa adanya intervensi atau paksaan.

“Kami mengajak semua umat dan warga desa yang ada di perantauan untuk mari sama-sama memberi sumbangan dengan ikhlas, tanpa ada paksaan. Bagi yang ingin bergabung dalam kelompok ini, silakan menghubungi saya sendiri atau Saudari Nalti,”ajaknya.

Keberhasilan aksi solidaritas ini juga tidak lepas dari peran penting tiga tokoh perantau senior, yakni Om Gus, Om Frans, dan Om Sebas, yang dipercaya sebagai penasihat sekaligus motivator kelompok.

Kehadiran ketiga tokoh tersebut terbukti krusial dalam menjaga kekompakan, konsistensi, serta arah tujuan mulia dari kelompok ini.

Pihak pengurus Gereja St. Theodorus Kolisia – Nawuteu menyambut hangat dan menyampaikan terima kasih yang mendalam atas perhatian luar biasa dari anak-anak sekampung di perantauan.

Pihak gereja memastikan bahwa seluruh dana yang diterima akan dialokasikan secara transparan dan akuntabel sesuai dengan kebutuhan prioritas fisik bangunan.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung