Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Bantah Lakukan Pembiaran, Kapolsek Bola Sebut Penjudi Bubar Saat Dirinya Tiba di Lokasi

"Sampai di pasar, dengan jarak sekitar 50 meter, orang pemain judi itu lihat saya, mereka bubar semua. Siapa-siapa saya tidak tahu orangnya," ujar Iptu Made.

Avatar photo
Reporter : Redaksi Editor: Tim Redaksi
Mako Polres Sikka. | (Foto: NTT-Post)

NTT-Post.com, SIKKA – Kapolsek Bola, Iptu Made Sumanta, angkat bicara terkait tudingan pembiaran praktik perjudian di Pasar Bola yang dilaporkan oleh Gabriel, warga Desa Umauta, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka, Senin, (2/2/2026) kemarin.

Saat dihubungi melalui sambungan telepon, Iptu Made menegaskan bahwa dirinya telah mengambil tindakan sesuai prosedur dengan mendatangi lokasi dan membubarkan kerumunan.

IDUL FITRI PINTU AIR 20260318 123428 0000.jpg 11 PASKAH 2026 PINTU AIR.jpg

Iptu Made menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat pelapor mendatanginya di Mapolsek ketika dirinya sedang makan. Meski sempat diminta duduk terlebih dahulu, pelapor justru berteriak-teriak di depan jalan menuding Polsek tidak tanggap.

Merespons hal tersebut, Kapolsek langsung menuju lokasi kejadian (TKP) menggunakan sepeda motor. Namun, kehadirannya di pasar ternyata sudah diketahui oleh para pemain.

“Sampai di pasar, dengan jarak sekitar 50 meter, orang pemain judi itu lihat saya, mereka bubar semua. Siapa-siapa saya tidak tahu orangnya,” ujar Iptu Made.

Ia menegaskan bahwa saat dirinya masih di atas motor, para pelaku sudah melarikan diri sehingga tidak ada penangkapan di tempat.

Terkait barang bukti yang dibawa pelapor ke Polres, Iptu Made mengaku terkejut melihat pelapor tiba-tiba membawa sebuah tas hitam.

Ia sempat mempertanyakan kapasitas pelapor yang merampas tas milik orang lain tersebut.
“Saya tanya, ‘Itu bawa tas mau ke mana tuh? Orang punya tas kau bawa… Kau sebagai apa kau orang punya tas kau rampas?’” ungkapnya.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung