Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Terduga Pelaku Kabur, Keluarga Korban: Penetapan Satu Tersangka Adalah Pengalihan Isu

"Keluarga menduga penetapan tersangka yang serba cepat ini merupakan upaya untuk meredam isu kaburnya saksi kunci SG saat dibawa berobat oleh petugas," jelas Fabianus dengan nada kecewa di Mapolres Sikka, Jumat (27/2/2026) malam.

Avatar photo
Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
IMG 20260228 002118
Fabianus, Keluarga korban STN. | (Foto: Nivan Gomez).

“Kami menganggap itu satu kejadian yang sifatnya sangat terburu-buru dalam mengambil keputusan. Karena apa? Karena proses BAP ini belum selesai, masa sudah ada tersangka? BAP saja belum selesai kok tiba-tiba ada tersangka?,” tanyanya bingung.

Keluarga juga menilai ada kejanggalan besar jika kasus penganiayaan berat yang mengakibatkan hilangnya nyawa seorang remaja hanya dilakukan oleh satu orang anak di bawah umur tanpa keterlibatan pihak lain.

IDUL FITRI PINTU AIR 20260318 123428 0000.jpg 11 PASKAH 2026 PINTU AIR.jpg

Menurut Fabianus, dari fakta yang keluarga ketahui dan melihat lokasi kejadian, keluarga menilai proses pembunuhan korabn tidak dilakukan oleh satu orang.

“Kenapa dengan menetapkan satu tersangka bagi kami itu sangat tidak masuk akal? Asumsi kami, tidak sangat masuk akal. Bagi kami itu mustahil, pasti ada keterlibatan orang lain, dan pasti lebih dari satu,” tegas Fabianus.

Ketidakpuasan terhadap kinerja Polres Sikka membuat keluarga korban mendesak adanya supervisi dari tingkat yang lebih tinggi.

Mereka khawatir penyidikan yang “prematur” ini akan mengaburkan fakta sebenarnya dan membiarkan pelaku lain melenggang bebas.

“Kami meminta Polda NTT dan Mabes Polri memantau langsung kasus ini dan penyidik Polres Sikka lebih mendalam dan objektif dalam menggali keterlibatan saksi SG,” tuturnya.

“Ini menjadi catatan bagi Polres Sikka untuk lebih profesional lagi. Kami meminta penjelasan lagi kepada penyidik, mengapa begitu cepat menetapkan tersangka sedangkan BAP masih dalam proses?” pungkas Fabianus.

Hingga saat ini, suasana di rumah duka dan Desa Rubit masih diliputi ketegangan. Keluarga menegaskan tidak akan menerima hasil penyidikan jika masih terdapat celah logika yang dianggap menutupi fakta kejadian yang sebenarnya.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung