Selanjutnya SG sempat berhasil menghentikan seorang tukang ojek dan meminta diantar ke Nebe. Tanpa mengetahui status SG sebagai terduga pelaku yang kabur, tukang ojek tersebut langsung memboncengnya pergi.
Informasi pelarian SG sampai ke telinga keluarga di Desa Rubit saat mereka sedang melaksanakan ibadah malam terakhir untuk almarhum S.T.N. Kabar tersebut memicu situasi mencekam di kampung.
Keluarga korban akhirnya berunding dan memutuskan untuk turun langsung ke Mapolres Sikka menggunakan satu mobil dan beberapa motor.
“Keluarga marah besar. Di kampung tadi sementara sembahyang malam terakhir, lalu dengar kabar dia (SG) sudah heboh di luar. Akhirnya perwakilan keluarga dan dua orang pelapor kasus langsung bergerak ke Polres malam ini untuk minta penjelasan,” ujar sumber tersebut.
Keluarga mendesak pihak kepolisian untuk segera bergerak ke arah Nebe, lokasi yang diduga menjadi tujuan pelarian SG bersama tukang ojek yang memboncengnya.
Mereka juga meminta polisi memeriksa rekaman CCTV di sekitar area Terminal Lokaria dan perusahaan di sampingnya untuk memastikan arah pelarian.
“Yang bonceng itu orang Nangahale, warga di sana kenal semua. Polisi harus profesional, jangan sampai saksi kunci ini hilang jejak,” tegas salah satu perwakilan warga.
Hingga berita ini diturunkan, Kapolres Sikka melalui Kasi Humas belum memberikan keterangan resmi dan malah merilis penetapan tersangka kasus tersebut.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












