NTT-Post.com, SIKKA – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere Santo Thomas Morus mendesak Kapolres Sikka untuk menindak tegas anggotanya terkait dugaan pembiaran aktivitas perjudian di wilayah hukum Polsek Bola.
Kasus ini mencuat setelah Gabriel salah satu warga Desa Umauta, kecamatan Bola melaporkan adanya pembiaran judi dadu yang lokasinya hanya berjarak sekitar 300 meter dari Kantor Polsek Bola.
Ketua Presidium PMKRI Maumere, Fabianus Rowa, menilai kasus ini adalah cerminan buruk dari slogan PRESISI Polri yang seharusnya mengedepankan responsibilitas kepada masyarakat.
Ia mempertanyakan peran Polri di saat masyarakat justru lebih aktif dalam memberantas kejahatan di lingkungan sekitar.
“Akhir-akhir ini kita dapat melihat penegakan hukum semakin selektif dan politis terhadap masyarakat kecil. Peran Polri pun semakin dipertanyakan,” ujar Fabianus.
PMKRI mengaku menerima banyak keluhan mengenai maraknya perjudian yang diduga kuat dibiarkan oleh aparat setempat.
Senada dengan hal tersebut, Presidium Gerakan Kemasyarakatan PMKRI Maumere, Johan de Brito Papa Naga, menyoroti rentetan ulah oknum kepolisian di Kabupaten Sikka.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












