Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Ancam Menggunakan Pisau, Pria asal Doreng Sikka Setubuhi Keponakan Kandung hingga Hamil, Polisi Lamban Bertindak

"Saya tidak mau, tapi dia paksa dan mengancam saya. Dia sempat ambil pisau dan bilang, 'Kau mau tidak? Kalau kau tidak mau ikuti kemauan saya, nanti orang tua kamu, bapak mama besar kamu semua saya bunuh, termasuk kamu,'" ungkap MS dengan nada gemetar mengingat kejadian traumatis tersebut.

Avatar photo
Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
IMG 20260715 073156
Ancam Menggunakan Pisau, Pria asal Doreng Sikka Setubuhi Keponakan Kandung hingga Hamil, Polisi Lamban Bertindak. | (Foto: Ilustrasi)

Karena diselimuti rasa takut yang luar biasa akibat ancaman pembunuhan, MS memilih bungkam dan menyembunyikan kehamilannya rapat-rapat.

Kebohongan itu akhirnya runtuh ketika mama besar (tante) korban, Inesensia Ledo atau yang akrab disapa Mama Sensi, mencurigai perubahan fisik MS.

Mama Sensi menceritakan bahwa kecurigaannya muncul saat melihat gelagat dan perubahan fisik korban.

“Bulan November itu kan saya sudah curiga dia ada duduk, itu saya lihat lain. Itu baru saya tanya, baru dia omong itu. Heeh, dia hamil. Itu baru saya tanya, ‘Ini, kau ini hamil dengan siapa?’ Dia jawab ‘dengan saya punya ini, bapak kecil,’” ungkap Mama Sensi.

Setelah didesak, MS akhirnya menangis dan menceritakan seluruh petaka yang menimpanya. Namun malang, sesaat sebelum rahasia ini terbongkar dan korban melahirkan pada November 2024, pelaku tercium sudah melarikan diri.

Pelaku diketahui kabur pada hari Sabtu, tanggal 1 atau 2 November 2024, hanya selang beberapa hari sebelum laporan polisi resmi dibuat pada 4 November 2024. Semua barang bukti berupa pakaian korban pun kini sudah diserahkan ke pihak kepolisian.

Kekecewaan Keluarga Terhadap Kinerja Polres Sikka

Kepergian pelaku menyisakan luka dan ketakutan yang mendalam bagi keluarga besar korban.

Terlebih lagi, pelaku dikenal sebagai sosok yang temperamental dan memiliki rekam jejak kriminal yang kelam di kampung halamannya.

“Dia itu orangnya sudah sering membunuh, sudah bunuh satu dua orang di kampung. Curi juga masuk penjara, bunuh juga penjara. Pokoknya banyak dia punya kasus ini,” beber Mama Sensi.

Ancaman pembunuhan dari pelaku juga membayangi keluarga besar yang ditinggalkan. “Dia ancam itu kalau dia punya anak itu lapor kami, dia mau bunuh kami. Itu saya dengan saya punya suami, pokoknya kami di keluarga itu semua dia bunuh,” tambah Mama Sensi.

Keluarga pun tak mampu menyembunyikan rasa kecewanya terhadap lambatnya penanganan dari Polres Sikka.

Pasalnya, sejak dilaporkan pada November 2024, surat perkembangan hasil penyelidikan (SP2HP) tak kunjung mereka terima dengan jelas, melainkan hanya dijanjikan lewat pesan WhatsApp setelah mereka berkali-kali mendatangi kantor polisi untuk menuntut kejelasan.

“Ih, kami kecewa! Saya kecewa baru saya berulang-ulang datang di sini nih. Saya sering datang di sini, tapi jawabannya cuman itu. Bilangnya, ‘Nanti kalau dia datang dulu baru kami urus, dia datang dulu baru kami tangkap’, bilangnya seperti itu,” sesal Mama Sensi.

Keluarga korban kini mencari keadilan dan mendesak jajaran kepolisian untuk bertindak cepat tanpa alasan menunda-nunda lagi.

“Harapan saya supaya dia itu cepat ditangkap, supaya diadilkan di penjara. Biar kami merasa aman, kerena dia selalu ancam, dan dia tetap harus ditangkap,” tegas Mama Sensi.

Keluarga menanti langkah nyata dan tegas dari aparat penegak hukum agar pelaku keji ini segera diringkus, dan keadilan bagi MS (22) tidak larut dalam ketidakpastian.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung