Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pater Otto Ingatkan Gubernur Jabar: Jangan Selesaikan Kasus LC secara Populis, Dorong Penuntasan Hukum

"Kita mendesak agar sebelum mereka dijemput, proses hukumnya, khususnya penetapan tersangka sudah dilakukan. Jangan sampai kepulangan mereka justru menghambat pembuktian materiil dalam kasus ini," ujar Pater Otto saat dikonfirmasi media.

Avatar photo
Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
InShot 20260219 213625176
Klose foto Pater Otto Gusti Madung (kiri) Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (Kanan). | (Foto: Dok Istimewa)

Ia mempertanyakan fenomena banyaknya warga Jawa Barat yang berakhir menjadi pekerja di tempat hiburan malam di pelosok daerah seperti Maumere.

“Hampir semua pekerja pub di Maumere berasal dari Jawa Barat. Pertanyaannya, kenapa? Beliau (Gubernur) punya tanggung jawab untuk bertanya, ada apa dengan kebijakan yang diambil di sana sehingga cukup banyak warganya yang mencari kerja hingga terjebak situasi seperti ini?” tanya Pater Otto kritis.

Menurutnya, pemulangan korban hanyalah penyelesaian di hilir. Tanpa adanya evaluasi kebijakan lapangan kerja di daerah asal, praktik pengiriman tenaga kerja yang rentan terhadap TPPO akan terus berulang.

Meski memberikan catatan kritis, Pater Otto menampik anggapan bahwa kedatangan Gubernur Jawa Barat merupakan bentuk dukungan.

Ia melihat kehadiran pejabat publik sebagai simbol kehadiran negara bagi warganya yang tertindas.

“Ah tidak, itu bukan intervensi. Itu justru bukti keberpihakan negara terhadap para korban. Saya kira itu baik, karena negara memang harus berpihak pada korban dan beliau punya hati untuk itu,” jelasnya.

Saat ini, Jaringan HAM Sikka dan para aktivis mahasiswa terus mengawal agar penyidik Polres Sikka segera merampungkan perkara itu.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung